NASKAH KUNO DAN DIGITALISASI: PENGALAMAN RISET DIGITALISASI MANUSKRIP ISLAM PESANTREN

Ringkasan pengalaman kegiatan penelitian Digitalisasi Naskah Kuno atau Digitalisasi Manuskrip Islam Pesantren tahun 2006-2007 di 3 tempat Pondok Pesantren Jawa Timur yaitu Pondok Pesantren Langitan, Tuban. Pondok Pesantren Tarbiyya al-Thalabah, Lamongan. dan Pondok Pesantren Tegal Sari, Ponorogo. Di bawah ini merupakan ringkasan isi dari manuskrip Islam pesantren yang ada di Lamongan dikenal dengan wilayah penyebarannya Sunan Drajat. 

Judul Manuskrip Islam:
SEJATINING MANUNGSO [Hakikat Manusia/The Perfect Man]


Digital images of Islamic manuscripts preserved at the Pondok Pesantren Tarbiyya al-Talabah, Keranji, Lamongan, East Java, Indonesia. Tahun 2006.
Languages: Javanese
Scripts: Arabic
Local paper
Manuskrip Islam Pesantren "Sejatining Manungso" (Hakikat Manusia/The Perfect Man)
#Summary
Pada tulisan arab pegon kurang lebih tertulis: "Iki sejatine manuk wajah iyo manuk ijo arane. ono ing segoro ijo. ingkang aran wajahing sukmane sukma". Manuk/burung di sini tertulis sebagai Muthmainnah. Sedangkan ketiga ikan tertulis Lawwamah, Amarah, dan Sufiyah.

Sebuah penggambaran manusia yang mencapai tingkat Nafsu Muthmainnah mengalahkan nafsu Lawwamah, Amarah, dan Sufiyah.
#Summary
Lingkaran Lam Alif bertuliskan arab pegon "yakni iki ibarat wudele" (Yaitu ini ibarat pusernya). Gambar hati bertuliskan Allah tertulis keterangan arab pegon "yakni iki ibarat sanubari" (Yaitu ini ibarat hati sanubari).

Sebuah gambaran kearifan lokal yang memiliki makna sangat mendalam. Sebagaimana pada gambar menunjukkan kalimat NAFI ISTBAT (Lailaha Illallah). Huruf Lam Alif memutari pusar dari belikat/pundak kiri ke belikat/pundak kanan merupakan kalimat Nafi (Lailaha) menggambarkan selama manusia mengarungi jagad dirinya (dunia) untuk dinafikan/ditiadakan. Sedangkan kalimat Istbat (Allah) ke dalam gambar hati sanubari menggambarkan yang harus ditetapkan atau di istbatkan hanya dirinya Tuhan yang asmanya Allah.
Gambar "3 Ikan Kepala Satu" bertuliskan arab pegon "yakni utawi lamun tiningale saking buntute iku wujude telu. lan lamun tiningale saking endase iku wujude suwiji" artinya: "yaitu bila dilihat dari buntutnya itu bentuknya tiga. dan bila dilihat dari kepalanya itu bentuknya satu".
Buntut pertama tertulis ALLAH (Ahadiyat), buntut kedua ADAM (Wahidiyat), dan buntut ketiga MUHAMMAD (Wahdat). AHADIYAT tertulis juga arab pegon "Ruh Qudus", WAHIDIYAT "Ruh Nurani", dan WAHDAT "Ruh Rahmani".
Sementara gambar di bawah menunjukkan gambaran dalam diri manusia bertuliskan arab pegon di wajah "HUWA" dan di dada "ALLAH".


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita mengenai isi naskah kuno atau manuskrip Islam pesantren sebagai karya yang mengandung kearifan lokal yang syarat dengan makna filosofi.

No comments: